Ayo kembangkan potensi wisata negara kita....

Raja Bone Ke II : La Ummasa To Mulaiye Panreng (1358 – 1424) # 2

Lanjutan dari : Raja Bone Ke II : La Ummasa To Mulaiye Panreng (1358 – 1424) # 1

Kepada anaknya To Suwalle dan To Sulewakka, La Ummasa berpesan ; ”Kalau Puammu telah melahirkan, maka ambil anak itu dan bawa secepatnya kemari. Nanti di sini baru dipotong ari-arinya dan ditanam tembuninya”.

Tidak berapa lama setelah To Suwalle dan To Sulewakka tiba di istana We Pattanra Wanuwa, lahirlah anak laki-laki yang sehat dan memiliki rambut yang tegak ke atas (Bugis : karang) sehingga dinamakan Karampeluwa. Ketika anaknya dibawa ke Bone, Arung Palakka tidak ada di tempat dan tindakan itu menyakitkan hatinya.
Sesampainya di istana Arumpone, bayi tersebut barulah dipotong ari-arinya dan dicuci darahnya. Bayi itu dipelihara oleh saudara perempuan Arumpone yang bernama We Samateppa.

Arumpone La Ummasa mengundang seluruh rakyatnya untuk datang berkumpul dan membawa senjata perang. Keesokan harinya berkumpullah seluruh rakyat lengkap dengan senjata perangnya. Dikibarkanlah bendera WoromporongE dan turunlah Arumpone di Baruga menyampaikan ; ”Saya undang kalian untuk mendengarkan bahwa saya telah mempunyai anak laki-laki yang bernama La Saliyu Karampeluwa.

Mulai hari ini saya menyerahkan kedudukan saya sebagai Arumpone. Dan kepadanya pula saya serahkan untuk melanjutkan perjanjian yang pernah disepakati antara Puatta ManurungE ri Matajang dengan orang Bone”. Seluruh orang Bone mengiyakan kemudian mangngaru (mengucapkan sumpah setia).

Dilantiklah La Saliyu Karampeluwa oleh pamannya La Ummasa menjadi Arumpone. Acara pelantikan itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam. Dalam acara itu pula nariule sulolona (selamatan atas lahirnya) dan ditanam tembuninya. Setelah itu dinaikkanlah La Saliyu Karampeluwa ke LangkanaE (istana).

Sejak dilantiknya La Saliyu Karampeluwa menjadi Arumpone, maka setiap La Ummasa akan bepergian selalu menyampaikan kepada pengasuhnya dalam hal ini saudaranya sendiri yang bernama We Samateppa.
Suatu saat La Ummasa sakit keras yang menyebabkan ia meninggal dunia, maka digelarlah ; La Ummasa Mulaiye Panreng (orang mula-mula dikuburkan).

Catatan : Disadur dari Lontara Akkarungeng ri Bone, milik Drs. A. Amir Sessu Mantan KASI KEBUDAYAAN KANDEPDIKBUD Kab. Bone yang diterbitkan dengan biaya Pemerintah Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan tahun 1985.
Oleh : Drs. Asmat Riady Lamallongeng
Sudah Di Publis juga Di www.bugismakassar.info

1 komentar:

wisata sulsel mengatakan...

Wisata-sulsel.blogspot.com,Indonesia, Sulawesi selatan, Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Air Terjun
Kabupaten Bantaeng,Kab. Barru, Kab. Bone, Kab. Maros ,Kab. Sinjai, Kab. Soppeng, Ragam Budaya, Raja Bone, Sejarah, Silsilah Raja, WisataPantai, Wisata Sejarah,Daftar Nama Raja - raja Gowa,Silsilah Raja Bone ( Nama dan Tahun,Raja Bone Ke IV : We Banrigau Daeng Marowa Makkale,Raja Bone Ke IV : We Banrigau Daeng Marowa Makkale,Raja Bone Ke III : La Saliyu Karampeluwa (1424,Raja Bone Ke III : La Saliyu Karampeluwa (1424,Raja Bone Ke II : La Ummasa To Mulaiye Panreng,Raja Bone Ke II : La Ummasa To Mulaiye Panreng,Raja Bone I : Manurunge Ri Matajang Mata Silompoe,Raja Bone I : Manurunge Ri Matajang Mata Silompoe,Bantimurung,Kembar Batu Barae,Barania,Kabupaten Barru,air Terjun Bonto Sallaung,Pemandian Alam Eremmerasa,Pemandian Air Panas Lejja, Pemandian Alam Ompo,Villa Yuliana,Wisata Sejarah dan Budaya,Wisata alam

Poskan Komentar

Saya butuh komentar anda untuk membangun blog ini

Tuliskan komentar anda disini..

Berlangganan artikel lewat email :

Delivered by FeedBurner